ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Ghania dan Ghailan

Monday, February 3, 2020


Bagian 1

Subuh ini terasa lain dari hari-hari sebelumnya. Bu Nana diam terpaku menatap kedua cucu kesayangannya yang tertidur dengan nyenyak. Ghania gadis centil baru berusia 3,5 tahun, sementara Ghailan masih berusia 8 bulan. Entah kenapa perasaan gundah menyelimuti hati bu Nana, yang akhirnya berujung juga dengan deraian air mata. Tiga bulan lamanya bu Nana mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi situasi ini. Akhirnya waktu yang ditakutkan itu datang juga. Siap tak siap semua harus dilalui.

Tepat pukul 03.00 wib dini hari pada hari Minggu, puteri bu Nana berangkat ke Malaysia dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan yang telah diprogramkan oleh fakultas tempat ia menuntut ilmu saat ini. Salah satu kegiatan yang harus dilakukan dan juga merupakan persyaratan untuk mengikuti ujian akhir. Satu minggu waktu yang diperlukan untuk melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut di tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan di kota Batam.

Dua hari lamanya Yani mempersiapkan diri untuk berkemas-kemas mengumpulkan semua perlengkapan yang ia butuhkan selama perjalanan magang nanti. Semua pakaian disetrika, disusun ke dalam travel bag, dibongkar lagi lalu disusun kembali. Selalu berulang-ulang ia lakukan serasa ada saja yang tertinggal. Semua menggambarkan suasana hati dan perasaan yang selalu gelisah karena harus meninggalkan kedua buah hatinya. Seminggu bukan waktu yang singkat untuk berpisah dengan anak-anaknya yang masih keci-kecil, yang selama ini belum pernah ia tinggalkan jauh. Namun Bu Nana selalu memberikan kekuatan agar Yani bisa berangkat dengan senang hati. Yani berusaha memperlihatkan wajah ceria walaupun senyuman itu seakan-akan terpaksa  karena ia juga tidak mau anak-anaknya tahu kegundahan hati yang ia rasakan.

"Besok bunda ke rumah Upi Ipin Oma. Bunda mau beli oleh-oleh buat Ghania," dengan serta merta Ghania melompat kepelukan Bu Nana.

"Ya sayang, besok bunda berangkat. Ghania di rumah sama Oma ya," kata Bu Nana sambil membelai rambut cucunya.
Masih terngiang di telinga Bu Nana ucapan Ghania, dengan relanya mengatakan bundanya akan pergi ke Malaysia. Ia tidak tahu berapa jauh bundanya akan pergi dan bagaimana rasanya ditinggal oleh bundanya.

(bersambung)


Share This :

0 comments