ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Ghania dan Ghailan

Monday, February 10, 2020

(bagian 7)

Hari terasa berlalu begitu lama. Sedih juga hati Bu Nana melihat dua cucunya asyik bermain, dan tidak berada di samping bundanya, walau sebenarnya ke pergian Yani sudah diizinkan. Ghailan yang masih bayi, ia belum mengerti apa-apa. Sesekali ia menatap omanya, mungkin ingin menanyakan keberadaan bundanya. Sejak bangun tidur ia tidak melihat bundanya, dan hanya diberi susu bantu. Sementara sekarang hari sudah malam, namun si bunda juga tak kelihatan. Biasanya Ghailan ditinggal pergi oleh bundanya paling lama sampai pukul 6 sore. Bu Nana memahami apa yang dipikirkan oleh cucunya. Walaupun belum bisa berbicara, tapi sorotan matanya menginginkan penjelasan tentang bundanya.

"Ghailan mau bobo nak? Udah ngantuk ya. Sebentar ya, Oma buatin susunya," kata Bu Nana sambil berlalu ke dapur.

Ternyata Ghailan memang sudah mengantuk. Sambil menikmati susu, ia tetap memandang Bu Nana.

"Ghailan bobo ya, Bunda ke rumah Upin Ipin. Sabar ya nak," Bu Nana mencoba menghibur Ghailan.

Ghailan tersenyum, seperti sangat paham apa yang disampaikan omanya. Setelah mimik susu, Ghailan tertidur dalam pelukan Bu Nana.

" Ghailan sudah tidur, Bu? " tanya Argun menghampiri Bu Nana.

"Sudah, mau dibawa ke kamar atau tidur di luar dengan ibu?
" Di kamar saja Bu."

Bu Nana menyiapkan semua perlengkapan Ghailan, susu, termos air, dan dot. Semua perlengkapan meletakkan di dalam kamar. Kalau Ghailan bangun, Argun lebih mudah membuatkan susunya.

Sementara Ghania masih asyik bermain dengan om dan tantenya. Karena asyik bermain ia lupa kalau lututnya sakit. Semua permainam dikeluarkan.

"Belum ngantuk, Nak?" Bu Nana mendekati Ghania dan mengusap rambutnya.
"Belum Oma, bentar lagi, Ghania masih mau main sama Om Ajik."
"Bunda mana Oma, kok nggak kelihatan?" Pertanyaan itu menyentakkan  bu Nana. Seakan Ghania lupa bahwa bundanya sekarang berada di Malaysia

"Eh, Ghania lupa ya, tapi bunda ke rumah Upin Ipin."
Oh, iya, "jawab Ghania acuh tak acuh dan melanjutkan bermain.

Melihat Ajik sudah tertidur karena capek bermain, Ghania mulai rewel.

" Oma, mau susu, "katanya manja.
" Habis minum susu, bobo lagi ya, "
" Iya Oma."
"Yuk, kita bobo, Ghailan udah bobo sama ayah,"
bujuk Bu Nana.
"Nggak mau Oma. Nuna mau sama Bunda."

Ghania mulai rewel. Biasanya ia mau tidur dipeluk bunda.
Bu Nana mencoba memberi pengertian, tapi tetap tak didengarnya. Tangisannya semakin memjadi, membuat Argun terbangun. Dengan susah payah Argun membujuk Ghania akhirnya ia tertidur. Argun mambawa Ghania ke kamar. Bu Nana hanya terdiam melihat mereka berlalu. walaupun ada kekhawatiran Bu Nana kalau nanti malam kedua cucunya terbangun, membuat Argun bingung. Bu Nana sengaja tidur di ruang tengah, agar bisa dengan cepat membantu Argun jika Ghania dan Ghailan terbangun minta susu. Malam ini Ghania tidur nyenyak, mungkin karena capek seharian bermain. Sementara Ghailan sering terbangun minta mimik. Menjelang pagi Bu Nana membawa  Ghailan tidur di ruang tengah, karena Argun terlihat mengantuk dan lelah. Beginilah situasi  Ghania dan Ghailan malam pertama ditinggal si bunda. Di seberang sana Yani juga tak bisa tidur dengan nyenyak. Karena baru pertama kali meninggalkan anaknya. Apa lagi Ghailan masih kecil dan belum pisah menyusu dengan si bunda.

(bersambung) 

Share This :

0 comments