ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Kandas

Sunday, February 2, 2020
Sosok itu, adalah seseorang yang selalu dalam ingatan Arini. Kini ada di depannya. Arini salah tingkah, gugup, gemetar.

"Tidak, aku harus bisa menguasai hati. Jangan resah, agar Andi tak tahu apa yang kualami," gumam Arini. 

Andi yang sudah setengah jam memperhatikan Arini dari balik bunga yang tumbuh di gerbang rumah Arini, juga bingung. Apa yang harus ia lakukan.

"Kenapa aku gemetar. Bukankah kami sudah sering bertemu. Setiap hari malah. Tapi kenapa akhir-akhir ini perasaanku seperti ini. Tolong Aku Tuhan, jangan sampai Arini tahu," desah Andi. 

Mereka sama-sama terdiam, saling menatap dan berusaha menguasai diri. 

"Heii, " Andi memberanikan diri.

" Andi, ternyata kamu. Bikin aku kaget aja."

"Kamu lagi ngapin. Senyum-senyum sendiri. Lagi jatuh cinta ya."

"Siapa yang jatuh cinta, nggak kok," Arini menunduk. Muka yang putih kini memerah. 

Malam semakin larut, angin bertiup pelan, menelisik sela telinga. Dinginnya minta ampun. Arini menghela nafas panjang, menenangkan hatinya, menghilangkan gemuruh di dada. 

" Kamu mau teh panas, aku buatkan ya," Arini menawarkan diri. 

"Boleh juga." 

Arini berlalu, membuatkan secangkir teh buat  pujaan hatinya. Kali ini ia ingin rasanya lebih istimewa, suguhan terbaik buat Andi. Arini kembali ke teras dengan secangkir teh dan sepotong roti. Mudah-mudahan setelah mereguk teh panas ini suasana tidak tidak kaku lagi. 

"Nih, teh panas kesukaanmu." 

"Aku bisa tebak kali ini pasti rasanya lebih enak," Andi merayu. 

"Pasti, itu adalah secangkir teh istimewa, upss," Arini keceplosan, mukanya memerah lagi. Secepat kilat ia berusaha menenangkan diri. 

Suasana mulai mencair, dua sahabat sejati bercengkrama penuh keakraban. Tak ada canggung, dan tak gemetar lagi. Mereka saling berbagi cerita suasana di kampus masing-masing. Tawa canda mereka memecah kesunyian malam. Nek Ijah hanya tersenyum melihat mereka dari dalam rumah. 

(bersambung) 







Share This :

6 comments