ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Ghania dan Ghalian

Wednesday, February 5, 2020


(Bagian 3)
Karya:Risna Nelly

Ghania asyik bermain dengan Om Ajik. Semua permainan dikeluarkannya, perlengkapan masak-masakan, mobil-mobilan, boneka, perlengkapan dokter-dokteran, perlengkapan menggambar. semua bertaburan memenuhi ruangan. Bu Nana tersenyum melihat cucunya asyik bermain. Walau rumah seperti kapal pecah tak apa-apa, yang penting hari ini Ghania bahagia, hingga ia lupa bahwa bundanya saat ini sedang di pesawat menuju negeri Jiran.
"Ayo, Om kita main sepeda. Ghania naik sepeda Om Ajik mendorong ya," kata Ghania mengajak Ajik mengganti permainan, karena dari pagi asyik bermain dengan pandanya.
"iya, nanti Om lagi yang naik sepeda ya," jawab Ajik sambil mendorong sepeda keponakannya.
Mereka bermain di halaman rumah.

Sementarra Ghailan sedikit rewel karena kehausan baru bangun tidur. Argun menyodorkan dot susunya ke mulut Ghailan. Ghailan sangat menikmatinya dalam pelukan Bu Nana, ia sudah terbiasa diberi susu bantu ketika bundanya pergi kuliah. Saat seperti ini membuat Ghailan sangat nyaman, karena Bu Nana menggendong cucunya dengan menggunakan kain panjang, sehingga tubuh Ghailan terbalut hangat. Inilah kebiasaan  Bu Nana yang ia lakukan semenjak  anak-anaknya masih kecil-kecil. Walaupun anak dalam gendongan ia tetap bisa bekerja dengan lincah.

"Ghania mau jajan Oma," tiba-tiba Ghania telah berdiri di belakang Bu Nana.
"Mau beli apa sayang?"
"Mau beli beng-beng Oma."
Akhirnya Ghania pergi ke warung bersama O Ajik dan di temani Tante Muti dan Tante Puti.
"Hati-hati ya Muti, pengangin tangan Ghania," kata Bu Nana pada Muti.
"Ya Bu," jawab Muti singkat.

Tak lama kemudian terdengar suara Ghania memanggil omanya. Ajik juga berteriak. Bu Nan dan nenek uyut berlarian keluar, melohat apa yang terjadi.
Dari kejauhan terlihat Ghania dan tantenya berlari ketakutan

"Oma, Oma, Omaaa."
"Kenapa, nak." Bu Nana menghampiri sambil menggendong Ghailan.
"Ada anjing, Bu, kami dikejar anjing," jelas Puti.
Karena Tante Muti berlari terlalu kencang, Ghania tidak bisa mengikuti, akhirnya Ghania terjatuh. Lututnya luka, sikutnya juga memar. Ghania menangis kesakitan. Alangkah sedihnya hati Bu Nana melihat cucunya kesakitan.
Argun mengobati luka anaknya, namun Ghania tak juga berhenti menangis, kkinya terasa sangat sakit.
"Lalainya aku. Baru saja sehari ditinggal bundanya, sudah terjadi sesuatu," desah Bu Nana.

Share This :

0 comments