(bagian 8)
Pagi sekali Bu Nana sudah bangun. Setelah melaksanakan shalat subuh, Bu Nana bergegas ke dapur menyiapkan makanan untuk keluarga. Biasanya Bu Nana dibantu oleh Yani, sehingga pekerjaan cepat selesai. Hari ini adalah hari kedua Yani berada di Malaysia. Semua pekerjaan rumah harus dikerjakan Bu Nana sendirian. Menyiapkan makanan untuk keluarga, memasak nasi buat Ghailan, mencuci pakaian, membersihkan rumah dan pekerjaan lainnya, cukup menyita waktu dan tenaga Bu Nana. Apa lagi hari adalah hari Senin, Bu Nana harus berangkat pagi, agar tidak terlambat sampai di sekolah binaan. Untung saja Argun bisa membantu memandikan Ghania dan Ghailan. Selama Yani pergi, Argun mengambil alih pekerjaan Yani. Argun sengaja cuti kerja, agar ia bisa mendampingi kedua anaknya, hingga Bu Nana bisa melaksanakan tugas seperti biasa.
Selesai memandikan Ghania dan Ghailan, Argun menyuapi anaknya. Mereka makan dengan lahap, karena Bu Nana membuatkan sup kesukaannya seperti yang biasa dibuatkan Yani.
"Oma kemana? Ghania ikut ya," kata Ghania sambil mengambil tas kesayangannya yang biasa ia bawa kalau ikut dengan Bu Nana.
"Oma mau kerja nak, Ghania di rumah sama ayah ya," bujuk Bu Nana.
"Oma jangan pergi, Nuna nggak mau ditinggal. Nanti Oma pergi jauh kayak bunda," rengek Ghania.
"Oma kerja nak, Oma nggak pergi jauh kok," ucap Bu Nana sambil mendekap Ghania
"Ghania, kita main masak-masak yuk," ajak Muti.
" iya nte, yuk," Ghania langsung mengambil kotak mainannya.
"Ghailan di rumah sama ayah ya, Oma kerja dulu. Ghailan nggak boleh rewel lho," Bu Nana mengajak Ghailan berbicara. Ghailan tersenyum, seperti mengerti apa yang dikatakan omanya.
Setelah Ghania mengizinkan, Bu Nana berangkat kerja bersama suaminya. Dalam perjalanan Bu Nana masih teringat ucapan Ghania tadi pagi. Tak tega melihat kesedihannya. Selalu merasa takut ditinggal pergi.
(bersambung)

0 comments