Rabu, 5 Pebruari 2020
Untuk mendampingi Ghania dan Ghailan selama Yani pergi tentu harus ada yang selalu di samping mereka. Dengan musyawarah yang panjang, akhirnya diputuskaah Argun suami Yani mengambil cuti kerja, karena Bu Nan dan suaminya tidak bisa libur, maklum akhir tahun pelajaran banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Apa lagi saat ini sedang berlangsung Ujian Akhir Sekolah bagi kelas 6, sebagai seorang pengawas sekolah tentu Bu Nana harus ikut membantu suksesnya pelaksanaan UN tersebut
Baru saja Argun mengantarkan Yani menuju bus yang akan membawanya ke bandara. Yani berangkat bersama rombongan dari kampus. Tiba-tiba Ghailan terbangun, Bu Nana langsung menggendongnya. Bu Nana takut kalau Ghailan akan menangis mencari bundanya, tapi Ghailan tidak menangis ia malah tersenyum memandang Omanya. Ghailan asyik bermain tanpa tahu bundanya sudah berangkat. Bu Nana membuatkan susu untuk Ghailan sampai akhirnya ia tertidur kembali.
Ada rasa hampa dalam hati Bu Nana. Tak tega melihat cucu kesayangannya jauh dari bundanya. Tapi selama ini Bu Nana selalu memberi kekuatan kepada Yani, bahwa anak-anaknya akan aman bersamanya di rumah. Ketika melihat Ghania bangun tidur dan mencari bundanya ke seluruh ruangan, air mata Bu Nana kembali mengalir.
"Bunda mana Oma."
"Ghania lupa ya, tapi bunda ke rumah Upin Ipin," bujuk Bu Nana sambil menggendong Ghania.
"Ghania nggak mau ditinggal Oma, " rengek Ghania.
"Lho, kan Ghania sudah janji sama Oma, tak akan menangis kalau binda pergi."
"Ia Oma."
"Ayo main sama Om Ajik. Tante Muti dan Tante Puput juga ada." kara Bu Nana lagi sambil menghibur.
Ghania kembali mengingat janjinya yang telah mengizinkan bunda pergi ke Malaysia. Di rumah saat ini memang ramai. Nenek Uyut juga datang dari kampung. Selama Yani pergi nenek Uyut menginap di rumah Bu Nana. Nenek Uyut juga membawa Om Ajik, Tante Puput, dan Tante Muti. Mereka adalah anak adik Buk Nana. Usia Om Ajik baru 5 tahun, jadi bisa menemani Ghania bermain karena usia mereka tak jauh berbeda. Sementara Tente Puput dan Tante Muti sudah duduk di bangku SD.
(bersambung)

0 comments