ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Ghania dan Ghailan

Friday, February 7, 2020


(bagian 5)

Siang itu Bu Nana membawa Ghania dan  Ghailan ke SMAN 1 bersama semua keluarga untuk menghadiri acara wisuda Acha anak Nyiak Kayo adiknya Bu Nana. Mulanya Ghania nggak  mau ikut karena kakinya masih terasa sakit dan ia tidak bisa berjalan. Semua keluarga sudah siap untuk berangkat. Ghailan juga terlihat gembira karena diajak bermain.

"Susu dan termos air sudah Mi," kata Bu Nana kepada Indi. Indi adalah anak bungsu Bu Nana lebih akrap dipanggil mami oleh Ghania.
"Sudah Bu, semua sudah lengkap, pakaian Ghailan juga sudah, tak ada lagi yang ketinggalan," jawab si Mami sambil meletak tas itu ke dalam mobil.
"Ayo, Nak, kita berangkat," bujuk Argun.
Ghania masih saja duduk di kursi kesayangannya. Dia masih  merajuk. Hatinya kesal tak bisa lagi berjalan dan bermain.
Ghania kalau lagi ngambek memang susah dibujuk. Ia tetap duduk diam sambil menundukkan kepalanya.
" Ih, ayah ni, Ghania nggak mau ikut."
"Ayo nak, anak sholehah nggak boleh ngambek, nanti cantiknya hilang," Bu Nana merayu Ghania.
"Apalah lah Oma ni, Ghania nggak mau."
Kalimat itu selalu dikeluarkan kalau hatinya sedang nggak mood.
"Kita mau nengok ante Acha menari. Yuk, biar ayah gendong."

Dengan berat hati akhirnya Ghania mengikuti ajakan ayahnya. Ia juga sudah kangen sama Ante Acha. Selama dalam perjalanan Ghania hanya diam saja, sementara Ghailan tertawa dan selalu berceloteh dengan bahasanya sendiri, maklum usianya baru 8 bulan. Ghailan tak pernah rewel jika ditinggal bundanya, yang penting semua kebutuhannya terpenuhi. Jika ia haus, susunya sudah tersedia. 


Share This :

0 comments