(bagian 6)
Perpisahan TK Pembina kali ini sangat meriah. Sebelum acara wisuda, semua siswa diberi kesempatan untuk menampilkan bakatnya. Ada yang ikut menari, menyanyi, dan baca puisi. Acha ikut dalam kelompok tari. Mereka menampilkan tari sapu tangan. Cantik sekali Acha dengan kebaya pinknya. Melenggak lenggok di atas pentas, dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya. Lesung pipit di kedua pipinya menambah manis senyuman Acha.
Ghania yang tak mau lepas dari gendongan ayahnya, tersenyum melihat Tante Acha menari.
"Kalau Nuna udah sekolah, Nuna juga bisa menari ayah. Kayak Tante Acha," kata Ghania sambil mengambil foto Acha dengan HP ayahnya.
Ghania sudah mau bercerita, seperti biasanya ada-ada saja bahan yang ia ceritakan. Tapi ia belum berani untuk menggerakkan kakinya, takut kalau darahnya keluar lagi.
Ghailan di ajak Nyiak Kayo bermain di taman, suasana dalam ruangan cukup panas membuat Ghairan gerah dan rewel. Suara dentuman musik juga membuat ia tidak betah berlama-lama berada di dalam ruangan. Bu Nana membuatkan susu untuk Ghailan, tentu saja Ghailan sudah merasa lapar, ia minum susu sehabis mandi tadi pagi. Lagi pula ini adalah jam tidur siang Ghailan. Bu Nana membawa kedua cucunya duduk di pojok baca yang sengaja disediakan sekolah tempat siswa melaksanakan literasi. Angin bertiup sepoy-sepoy menambah sejuk suasana, akhirnya Ghailan tertidur dipelukan Oma.
(bersambung)

0 comments