ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Kandas

Saturday, February 22, 2020


Sabtu, 22 Pebruari 2020

Jalan kenangan, menyimpan banyak cerita. Setiap pagi di telusuri Arini. Berangkat ke kampus melewati jalan yang selama ini ia lalui bersama sahabat sejati. Walau kali ini sendiri, tapi masih terasa hangat karena teringat tawa canda yang pernah terjadi. Sinar surya pagi ikut menghangatkan hati Arini. Sinarnya yang bebas sampai ke bumi, tanpa ada awan yang menutupi langit.

Ilalang pinggir jalan melambai-lambai ditiup angin. Warna putihnya menambah indah suasana pagi. Arini memetik setangkai ilalang, mengibas-ngibaskan di udara. Arini tersenyum sendiri, seakan ada sahabat sejati yang menemani. Ini yang dilakukan Andi ketika mereka berangkat ke sekolah, dulu masa putih abu-abu. Takkan pernah terlupakan semua kenangan yang terjadi. Akankah rasa ini juga menyelinap di hatinya. Entahlah.

"Sahabat sejatiku yang kini telah memikat hatiku, engkau dimana, dengan siapa, ingatkah kau akan diriku? Disini aku sendiri menelusuri jalan kenangan ini, " Batin Arini.

"Apakah Andi masih ingat denganku. Atau ia sudah punya sahabat baru atau teman dekat. Sejak ia pergi bersama Tika belum pernah menghubungiku," desah Arini lagi.

Arini melemparkannya bunga ilalang ke udara. Bunga itu terbang indah bersama angin. Akankah bunga ini mampu menyampaikan rasa ke hati sahabat sejati. Lewat sang bayu dikirimkan rindu. Semoga.

Tanpa terasa Arini telah sampai di gerbang kampusnya. Arini bergegas menuju kelasnya. Pagi ini giliran kelompoknya presentasi. Teman-temannya mempercayai Arini sebagai penyaji materi. Tiba-tiba Arini dikejutkan bunyi klakson mobil. Sepertinya sengaja membuatnya kaget. Sebuah mobil putih berhenti tepat di sampingnya. Siapa gerangan pemiliknya. Pengemudinya menurunkan kaca mobil, menatap Arini dan tersenyum. Arini terpana menatap lelaki yang berada di depannya. Dia, ya dia lagi.

(bersambung)


Share This :

0 comments