Sabtu, 21 Meret 2020
Beberapa hari yang lalu terjadi banjir bandang di kecamatan tetangga kami. Air datang begitu tiba-tiba tanpa diduga oleh masyarakat, dan telah meluluhlantakkan beberapa rumah, sekolah, lahan pertanian, dan menghanyutkan hewan ternak. Peristiwa ini terjadi sore hari setelah hujan turun mengguyur bumi. Dengan ketakutan dan rasa sedih masyarakat hanya bisa menyaksikan air yang menghantam negeri ini. Hanya doa yang bisa dipanjatkan semoga musibah ini cepat berlalu. Allah mendatangkan semua ini tentu ada maksud dan tujuannya. Semoga musibah ini memperkuat iman dan taqwa kita kepada-Nya.
Peristiwa ini mendatangkan simpati masyarakat yang ada di kecamatan lain dan dengan sukarela mengumpulkan sumbangan dengan harapan dapat membantu meringankan keadaan yang dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban banjir bandang itu.
Begitu juga di kecamatan kami juga sudah terkumpul sumbangan dari seluruh siswa, dan seluruh jajaran dinas pendidikan yang ada. Untuk mengantarkan sumbangan ini kami sepakat mengantarkan langsung ke daerah terkena banjir bandang tersebut dengan mengendarai sepeda motor.
Pagi ini KUK, Pengawas SD, Penilik, dan seluruh kepala sekolah yang berjumlah delapan belas orang dengan sembilan sepeda motor berangkat menuju lokasi. Bagi kami ibu-ibuk jelas menunggu kesediaan dari bapak-bapak untuk mau menumpangkan. Alhamdulillah akhirnya kami semua bisa berangkat. Walaupun saat ini sangat dianjurkan kita untuk lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah, tapi kami merasa kegiatan yang akan dilakukan ini juga teramat bermakna bagi saudara-saudara kami di seberang sana, semoga saja perjalanan ini lancar tanpa kendala.
Alam menyuguhkan pemandangan yang indah di sepanjnag perjalanan yang kami lewati. Hamparan sawah yang tertata rapi dengan padi yang sedang menguning, pohon sawit yang tersusun berbaris dengan warna kemerahan buahnya yang muncul di setiap kelopak yang tumbuh subur. Sungai yang berliku dialiri air yang jernih dan angin bertiup sepoi-sepoi membelai rerumputan yang senyum sumringah berjejer di sepanjang jalan. Raja langitpun menyapa bumi dengan kehangatannya. Semua itu mewarnai indahnya perjalanan kami menuju lokasi.
Sampai di lokasi kami menyempatkan diri untuk melihat lokasi yang terkena banjir bandang ini. Mirisnya melihat sekolah yang selama ini sebagai pusat siswa menimba ilmu, sekarang lumpuh total. Dua lokalnya rubuh dan beberapa lokal lain digenangi air, termasuk kantor kepala sekolah dan ruang majelis guru. Kasihan melihat semua arsip terendam dan bisa digunakan lagi.
Masyarakat sudah mulai membersihkan sisa banjir bandang kemaren. Rumah penduduk yang rubuh dihantam banjir, sudah mulai diperbaiki. Sekolah yang juga rubuh dan digenangi air saat ini telah diperbaiki oleh sekolah dan warga setempat. Jembatan yang menghubungkan dua nagari juga jebol diterjang banjir, hingga saat ini baru dibuat jembatan darurat yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Juga tida sedikit rumah penduduk yang saat itu digenangi air, sekarang masyarakat terlihat telah mulai berbenah.
Setelah menyerahkan bantuan yang kami bawa di posko pengumpulan bantuan, kami melaksanakan shalat zuhur berjamaah di mesjid yang berada di lokasi banjir yang kabarnya kemaren juga tergenang air. Tapi hari ini mesjid sudah kembali bersih seperti semula. Setelah sejenak melepas lelah, rombongan meninggalkan lokasi, menuju rumah masing-masing.
Dalam perjalanan pulang kami mencari warung yang menjual makanan dan nasi. Berarak-arakan sepeda motor menambah kekompakkan dan hangatnya kebersamaan kami. Setelah mutar-mutar mencari warung nasi, belum juga ketemu, maklum hari ini bukan oasar di kampung itu. Pasar kampung atau pasar tradisional biasanya hanya satu kali dalam satu minggu. Akhirnya kami putar balik arah pulang. Ternyata dipersimpangan jalan menunju lokasi banjir ada warung nasi yang masih ada makanannya. Setelah dilihat rupanya lauknya tidak cukup untuk kami yang datang delapan belas orang. Disinilah terlihat kebersamaan dan saling berbagi itu. Kami tak peduli berapun lauk dan sayuran yang ada yang penting ada nasi yang akan dimakan. Lauknya kan bisa sepotong berdua.
Kampung tengah benar-benar sudah tak bisa lagi diajak bersahabat. Semua kami kelaparan karena memang saat ini sudah lewat jam makan siang. Di samping makanan hanya tersedia untuk beberapa orang, kursi untuk dudukpun tidak cukup. Tanpa basa basi kami langsung atur posisi.
"Makan Bu, kami delapan belas orang."
"Kursinya mana lagi Buk."
"Wah lauknya hanya sedikit ya buk."
"Apa aja deh Buk, yang penting kami makan."
Semua bicara saling berebutan. Ibu warung panik, terpana, tak tahu apa yang mau dikerjakan, tetap berdiri terpaku menatap kami. Kamipun sudah tak sabaran, tanpa basa basi langsung beraksi. Ada yang mengambil magic dan meletakkan di atas meja, ada yang mengambil mangkuk gulai dan membawa ke meja. Gulainya enak lho, asam padeh ikan pakai durian, ayam goreng cabei merah, dan ikan goreng. Walaupun lauknya tidak cukup untuk semua orang, kami makan satu potong berdua. Indahnya kebersamaan dan hangatnya persahabatan begitu terasa saat ini. Benar-benar suasana yang takkan mungkin terlupakan.
Setelah semua selesai makan, Ibu warung angkat bicara.
"Sebenarnya saya sangat kaget tadi Buk. Saya cemas Pak. Melihat bapak dan ibuk datang berombongan sementara persediaan saya hanya sedikit. Saya juga tak pernah menerima
Tamu sebanyak ini. Paling hanya enam orang. Itu makanya kursipun tak cukup Buk. Saya minta maaf ya Pak, Buk, andaikan kurang terlayani," Kata Ibu warung merasa bersalah.
setelah menarik napas panjang, perasaannya sedikit lega melihat kami semua sudah selesai makan.
"Justru kami yang harus berterima kasih kepada Ibuk, yang sudah menyediakan makanan buat kami. Alhamdulillah masakan Ibu enak sekali sehingga kami sangat menikmatinya sampai keringatpun bercucuran."
Setelah selesai makan dan bendahara menyelesaikan pembayaran, kami melanjutkan perjalanan pulang. Hari ini merupakan hari yang sangat berkesan bagi kami. Banyak cerita yang kami dulang yang takkan bida dilupakan . Mulai dari kisah sedih para korban banjir sampai dengan tawa canda dan kegembiraan selama perjalanan. Semoga kebersamaan ini tetap terjaga dan dapat meningkatkan motivasi dalam bekerja.

0 comments