Senin, 2 Maret 2020
Peristiwa yang dilihat Andi di rumah Arini tadi malam membekaskan luka di hati Andi. Tapi Andi juga tak bisa menyalahkan Arini, karena selama ini ia belum pernah mengungkapkan perasaannya kepada Arini. Tak ada juga salahnya Arini saat ini menjalin hubungan dengan pria lain.
Sebagai manusia biasa Andi merasakan sakit. Karena kekecewaan yang ia rasakan , Andi memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta .
Pagi ini sesuai saran dari neneknya, sebelum ke kampus Arini mampir dulu di rumah Andi. Arini juga kurang enak karena kemaren tidak sempat hadir dalam pesta Fauzi. Apalagi sejak dulu hubungan Arini sangat dekat dengan keluarga Andi. Karena ada kegiatan di kampus sampai malam, makanya Arini tidak bisa hadir.
"Assalamualaikum," Arini masuk rumah Andi lewat pintu belakang dan langsung menemui Bu Afni.
"Waalaikum salam. Silakan masuk Nak. Wah kamu terlambat Rin, Andi baru saja berangkat," jawab Bu Afni.
"Berangkat kemana Bu?"
"Ke Jakarta, katanya ada urusan kuliah yang harus ia selesaikan."
Arini terdiam, tidak bisa berucap. Padahal ia sangat berharap bisa bertemu Andi. Banyak sekali yang ingin dibicarakan.
"Mungkin Andi marah karena Aku tak datang kemaren. Atau memang benar-benar ada urusan yang harus ia selesaikan," Arini masih diam berdiri.
"Kamu jangan kecewa ya Rin."
"Tidak Bu. Aku hanya ingin menemui Ibu. Aku minta maaf karena kemaren tak bisa datang di pestanya Bang Fauzi. Kebetulana ada kegiatan mendadak dari kampus sampai malam Bu," jawab Arini berusaha menenangkan hatinya.
"Dari kemaren Andi menunggumu. Andi juga merasa bersalah karena tak sempat memberitahumu tentang pesta abangnya. Tapi pagi kemaren ia datang ke rumahmu, katanya Arini sudah berangkat kuliah. Sampai malam Andi tetap menunggu kehadiranmu. Karena kamu tak juga datang, Akhirnya Andi datang lagi ke rumahmu, katanya sedang ada tamu di rumah. Andi kembali dengan kecewa. Ia sangat sedih karena tak bisa bertemu denganmu. Nah pagi tadi ia sudah berangkat ke Jakarta, " jelas Bu Afni.
" Andi ke rumahku? Pasti Andi salah paham dengan kehadiran Fahri, " desah Arini.
" Bu, Aku izin ke kampus dulu ya Bu, kebetulan ada kelas pagi. "
Dalam perjalanan Arini masih memikirkan Andi. Pasti ada yang membuat ia kecewa. Rak mungkin Andi tega meninggalkan ibunya padahal pesta abangny baru kemaren.
" Atau aku telpon saja," batin Arini.
Berkali-kali Arini menghubungi Andi, tapi tidak menyambung.
"Apakah nomorku di blokir?" kata Arini kesal.

0 comments