ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Mila Ayunda (Part 10)

Thursday, November 5, 2020

Jumat, 6 November 2020

Mila Ayunda
(part 10)

Siang ini cuaca cerah. Tak satupun awan yang menutupi langit. Nyanyian burung yang hinggap di pohon mangga yang tumbuh di halaman sekolah menambah cerianya suasana sekolahku. Kebahagiaan ini juga juga dinikmati oleh siswa-siswaku, yang bermain di halaman sekolah.

Pemandangan yang mengasyikkan. Aku teringat kembali kala masih duduk di bangku SD seperti mereka. Dulu aku juga bersekolah disini. Banyak sekali kenangan yang terukir bersama sahabat kecilku di sekolah ini. Permainan yang mereka lakukan tidak jauh berbeda dengan yang kami lakukan dahulu.

"Hei Uni kenapa senyum sendiri?" sebuah tepikan mendarat di bahuku.

"Aduh Wesni. Kamu lagi.. Kamu lagi. Bikin uni kaget aja."

Wesni tertawa puas melihatku terkejut. Ujung-ujungnya minta maaf. Nanti kesalahan yang sama di ulang lagi.

"Kamu sama saja dengan Rafi, Wes," kataku sambil mencubit lengannya yang padat berisi.

"Aduh Uniiii. Sakit tau," pekik Wesni mengusap lengannya bekas cubitanku tadi.

"Habis kamu paling senang membuat uni terkejut."

"Memangnya Uni tadi melihat apa, kok malah tertawa sendiri."

"Iya, uni senang saja melihat tingkah anak-anak kita. Ada yang ceria, suka bercanda, ada yang suka usil kayak kamu. Ada juga diam saja. Uni jadi teringat masa kecil dulu. Yang membuat uni lebih bahagia lagi melihat Mila sudah ceria kembali, tidak murung lagi seperti kemaren. Mudah-mudahan ini pertanda baik ya Wes."

“Aamiin."

Mila dan Susi kembali duduk di taman samping kantin, setelah gagal mengejar Rafi. Mereka melanjutkan cerita tadi yang masih  terbengkalai. Tapi sekarang wajah Mila tampak sedih, tidak seperti sebelumnya yang tertawa terkekeh-kekeh. Susi juga sangat serius mendengarkan. Aku jadi penasan apa sebenarnya yang mereka bicarakan.

Kulirik jam tanganku, jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.30. Tinggal 30 menit lagi waktu tersisa untuk membereskan semua tunggakan  administrasi pembelajaran semester ini. Kepala Sekolahku adalah orang yang disiplin, seperti biasa sebelum rapor siswa dibagikan, guru sudah mengumpulkan semua administrasi pendidikan dan disimpan rapi dalam lemari arsip. Jika suatu saat dibutuhkan  arsipnya sudah lengkap.

"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga," gumamku.

Aku bereskan semua berkas yang berserakkan di meja kerjaku. Sambil istirahat sejenak kami menikmati hidangan yang telah di sediakan Pak Abas.

Share This :

0 comments