ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Mila Ayunda

Saturday, November 7, 2020

Sabtu, 7 November 2020

Mila Ayunda
(part 11)

Bapak kepala sekolah meminta penjaga sekolah untuk membunyikan bel panjang yang artinya semua warga sekolah berkumpul di halaman sekolah. Anak-anak berlarian mengambil posisi dan berbaris sesuai kelas masing-masing. Mereka sudah tak sabar menunggu pengumuman. Bagi siswa yang selama ini kebiasaan belajar santai, tidak terlihat rasa cemas di wajahnya, tetapi bagi pemuncak kelas merasa cemas kalau prestasi mereka tak bisa dipertahankan.

Aku berdiri di depan barisan siswaku  kelas v. Kupandangi mereka dengan senyuman, agar bisa mengurangi resah mereka. Mila hanya diam dan menundukkan kepala. Susi berusaha mengajaknya berbicara namun Mila tak mengubrisnya. Ia asyik dengan pikirannya sendiri.

Satu persatu pemuncak kelas diumumkan. Akhirnya sampai giliran kelas V. Mila masih juara bertahan, peringkat pertama selalu ia kantongi semenjak kelas 1, tapi kali ini tak terlihat kegembiraan di wajahnya. Ia maju ke depan dengan wajah hambar, tidak menjadikan sesuatu yang menarik baginya. Mungkin karena menjadi juara satu sudah menjadi hal yang biasa baginya. Tapi tidak menjadikannnya  sombong.

Perubahan sikap Mila ini benar-benar membuatku penasaran. Bagi Bapak Ibu guru yang lain tidak menjadikan perhatian bagi mereka, hanya aku yang merasa ada perubahan dalam diri Mila, karena memang diriku yang setiap hari ada di sampingnya. Semoga tak terjadi apa-apa.

selesai pengumuman pemuncak kelas, semua siswa memasuki kelas masing-masing. Saatnya semua siswa menerima hasil belajar mereka selama semester 1 ini. Aku menuju kelas V, semua siswaku memperlihatkan wajah tegang. Kekhawatiran sekarang muncul, akan nilai yang akan diterma  hari ini.
Satu persatu kubagikan rapor mereka, berbagai ekspresi yang keluar. Ada yang tertawa bahagia karena nilai mereka bagus dan memuaskan, ada yang memperlihatkan wajah biasa-biasa saja, bahkan ada yang sedih karena nilai mereka banyak yang rendah tak sesuai dengan harapan.

(bersambung)


Share This :

0 comments