ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Kandas

Monday, February 24, 2020


Senin, 24 Pebruari 2020

Arini masih duduk di bangku yang ada di depan perpustakaan, sikap Fauzi masih bermain di fikirannya. Kalau melihat sikap Fauzi yang sangat perhatian kepadanya sepertinya Fauzi sangat mencintainya.

"Rin, ada apa? Kamu lagi bingung ya," suara lantang Tia membuat Arini terkejut.

"Ah, kamu Tia, sok tahu."

"Bukan sok tahu, memang aku tahu apa yang kau fikirkan. Pasti lagi memikirkan Fauzi. Benarkan?" rayu Tia.

"Siapa yang memikirkan Fauzi. Makanya Aku bilang kau sok tahu. Aku lagi mikirin diskusi nanti."

"Apa? Memikirkan diskusi kelompok? Seorang Arini bingung memikirkan tentang diskusi? Sudahlah Rin, semua orang tahu kok kemampuanmu dalam debat. Sebaiknya kamu jujur saja padaku, mana tahu aku bisa bantu."

"Bantu apa, Aku tak ada masalah apa-apa," Arini tetap menyembunyikan perasaannya. Ia tidak mau Tia tahu apa yang sedang ia fikirkan.

"Rin, kalau menurut Aku Kamu harus mengambil sikap agar dirimu tidak tersiksa. Kalau memang Kamu suka kepada Andi katakan saja terus terang padanya. Atau kalau Kamu tak yakin Andi akan menerima lupakan Andi. Masih ada Fauzi yang sangat mengharapkanmu. Apa sih kurangnya Fauzi. Ganteng, pintar, bertanggung jawab, dan sangat sopan pada siapapun," jelas Tia.

" Sudahlah Tia. Aku tak mau pacaran dulu. Aku ingin fokus pada pendidikanku," jawab Arini dan tersenyum kepada Tia.

Senyum yang dipaksakan. Tia sangat yakin kalau  Arini sedang memikirkan Andi dan Fauzi.

" Andaikan Kamu butuh teman untuk berbagi Aku siap kok. Yuk kita masuk kelas, bentar lagi pak Fauzan masuk. Kelompok kita tampil pertama kan?"

Arini mengikuti Tia dari belakang. Pak Fauzan adalah dosen matematika kami. Beliau sangat emerjik dan pintar, semua mahasiswa senang belajar dengan beliau. Dalam perjalanan memuju kelas Aroni memikirkan semua perkataan Tia tadi.

" Benar juga kata Tia, aku harus mengambil keputusan. Aku tak bisa seperti ini terus. Tapi Aku juga tak mau kalau urusan percintaan ini akan mengganggu pendidikannya," gumam Arini.

Sampai di kelas ternyata Pak Fauzan sudah berada dalam ruangan. Arini dan Tia berlari dan minta izin kepada Pak Fauzan. Kelompok Arini tampil pertama mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka. Arini sebagai penyaji tampil percaya diri. Karena wawasan luas dan pandai menyajikan membuat semua tamannya dapat memahami. Satu persatu pertanyaan yang muncul dari kelompok lain, merwka jawab dengan santai santai dan jelas sehingga semua teman-teman Arini bisa memahaminya. Pak Fauzan mengacungkan jempolnya ke arah Arini tanda beliau sangat memuji penampilan Arini hari ini. Tak ada lagi tambahan dari Pak Fauzan, semua telah dinelaskan oleh Arini dan dapat diterima dan dipahami oleh kelompok lain.

(bersambung)



Share This :

2 comments